Tuesday, September 17, 2013

Kisah Misterius Maria Orsic Si Pembuat UFO NAZI



Mungkin nama Maria Orsic terdengar sangat asing ditelinga para pembaca. Tapi di era tatkala Nazi saat itu tengah berada pada masa keemasannya, nama Maria tidak bisa dipisahkan dengan rumor teknologi Nazi yang mampu menciptkan pesawat-pesawat canggih kala itu. Ya, pesawat-pesawat yang sering kita kenal dengan istilah UFO Nazi.


[Image: vril08_09.jpg]


Sosoknya yang cukup kontroversial memang sangat menarik untuk ditulis. Saya pribadi, ketika melihat fotonya pertama kali, seperti membayangkan Irene Adler (walaupun Irene Adler adalah tokoh dalam novel Petualangan Sherlock Holmes). Kesannya begitu misterius, dingin, pintar dan berkharisma.
Dari informasi yang saya dapatkan, wanita ini lahir pada tanggal 31 Oktober 1895 di Zangreb, Kroasia. Walaupun begitu, sebuah sumber lain yang sering dipakai sebagai sumber ulasan mengenai UFO (greyfalcon.us), tidak menuliskan tanggal lahirnya. Hanya saja dikatakan bahwa ia lahir di Vienna (Wina dalam bahasa Indonesia), mempunyai ayah berkebangsaan Kroasia dengan ibunya seorang Jerman dari Vienna.

Maria Orsic berwajah menarik dan berambut panjang. Mungkin rambut panjang adalah trendmark masyarakat Vril pada umumnya. Karena dari foto Sigrun dan Traute (foto mereka akan Anda lihat setelah ini), mereka berdua memiliki kesamaan, yaitu rambut yang panjang. Ini adalah salah satu foto Maria Orsic.

[Image: al22.bmp]


Pada abad ke-20, dia menjadi ketua dari Alldeutsche Gesellschaft für Metaphysik (All German Society of Metaphysics), sebuah perkumpulan para wanita yang mengklaim mampu melakukan telepati dengan makhluk luar angkasa. Perkumpulan inilah yang kemudian dikenal dengan Vril Society. Dalam sumber lainnya, Vril dalam bahasa Sumerian kuno adalah kependekan dari Vri-Il yang artinya "seperti tuhan". Pada tahun 1917 Maria Orsic mengkalim telah mendapatkan kontak telepati dengan makhluk luar angkasa dari Aldebaran.

Jika pembaca ingin tahu apa itu Aldebaran, Aldebaran adalah bintang yang berukuran 44 kali lebih besar daripada Matahari kita. Karena letaknya yang berada di atas kepala konstelasi Taurus, maka Aldebaran biasa disebut sebagai Bull's Eye. Bintang Aldebaran bewarna oranye-kemerahan.

Perbandingan besar Matahari kita dengan Aldebaran yang diilustrasikan oleh wikipedia.

Pesawat Jelajah Antar Dimensi

Maria Orsic kesulitan memahami pesan dari alien Aryan yang tinggal disebuah planet di bintang Aldebaran, sehingga ia dibantu seorang medium yang bernama Sigrun dan Traute. Menurut sumber yang saya dapatkan, Maria tidak bisa memahami bahasa dari alien Aryan yang menggunakan bahasa Sumeria Kuno. Dari bantuan Sigrun lantas mereka mendapati sebuah rancangan pesawat yang memiliki kecanggihan yang melampaui teknologi-teknologi manusia Bumi saat itu. Masyarakat Vril lantas bergabung dengan perkumpulan Thule dan "Die Herren Von Schwarzen Stein" untuk membuat pesawat jelajah antar dimensi.

Sigrun dan Traute

Saya tahu pembaca pasti kesulitan membaca nama kelompok yang terakhir, tapi jangan kuatir, Die Herren Von Schwarzen Stein punya singkatan yaitu DHvSS.

Simbol DHvSS
Masih merasa kesulitan juga? Baiklah, dalam bahasa Indonesia, DHvSS berarti Penguasa Batu Hitam. Nah kali ini terdengar lebih keren namanya!

Tapi berhubung nama Penguasa Batu Hitam buat saya terdengar seperti judul film laga, saya akan tetap menamainya DHvSS.

Vril yang bekerjasama dengan Thule dan DHvSS lantas membuat mesin jelajah antar dimensi yang disebut JetseitsFlugMachine (JFM), yang berarti "pesawat terbang dari dimensi lain."

Dua tahun setelahnya, yaitu pada tahun 1919, Maria dan anggota Vril Society mengadakan perkumpulan di sebuah pondok kecil didaerah Berchtesgaden untuk membicarakan sebuah rencana yang entah bisa dibilang gila atau fantastis, yaitu mencari tahu apakah mereka bisa mengadakan perjalanan ke Aldebaran untuk bertemu alien-alien disana. Dari diskusi itulah munculah ide untuk membuat pesawat UFO. Nah, sekarang kita tahu bagaimana latar belakang UFO di Jerman yang kemudian dikembangkan oleh Nazi

Pesawat tersebut sukses dibuat pada tahun 1922. Seperti apa kemampuannya masih tidak ada yang mengetahuinya secara pasti. Mesin itu berbentuk seperti cakram (disk) dengan tiga lempeng didalam plat yang berbentuk seperti lambung. Sebuah unit tenaga berbentuk silinder mengalirkan tenaga kepusat tiga lempeng pesawat tadi. Pusat cakram berdiameter 8 meter, diatas cakram itu terpasang cakram lain berdiamet 6.5 meter yang terpasang secara paralel, dan cakram terakhir berdiameter 7 meter terpasang dibagian bawah. Melalui pusat dari lempeng-lempeng tadi, sebuah tabung silinder berukuran 2.4 meter mengalirkan tenaga kedalam sebuah lubang yang berdiameter 1.8 meter. Tenaga tersebut akan berpusat pada bagian bawah mesin ke sebuah pendulum besar, dimana nantinya mesin akan stabil ketika dioperasikan.

[Image: 1.jpg]


Inilah JFM atau bisa dikatakan sebagai piring terbang pertama.

Konon JFM membuat medan tenaga yang besar sehingga mampu membuat whitehole yang nantinya bisa mengantarkan penumpangnya menuju Aldebaran, dan memang dari awal tujuan dibentuknya JFM adalah menemui alien-alien yang telah memberikan Maria dan kaum Vril pengetahuan untuk membuat mesin itu. Ketertarikan Nazi akan pengetahuan yang dimiliki Vril Society dan Thule Society telah membuat Nazi berencana membuat pesawat tempur dengan teknologi yang sejenis. Nazi lantas merekrut dua perkumpulan tersebut untuk menciptakan pesawat tempur. Dari situlah muncul proyek-proyek Haunebu, Andromeda Gerat RFZ dan lain sebagianya (untuk ulasan mengenai Haunebu dan Andromeda bisa Anda lihat disni dan disini). Tapi konon konsep mesin itu juga dikembangkan oleh beberapa orang diluar lingkungan Nazi. Berikut adalah salah satu kutipan dari greyfalcon.us berdasarkan berita koran Aftonbladet:

Koran "Aftonbladet" Swedia, tanggal 10 Oktober tahun 1952 dibawah ini menggambarkan sebuah piring Jerman dibangun oleh Wernher von Braun di Peenemünde, dengan diameter enam meter, yang diangkat pada bulan April, 1944.
Artikel itu menyatakan bahwa konsumsi bahan bakar yang tinggi adalah masalah besar, masalah yang akan memanfaatkan tenaga atom

Nah, ini bagian yang paling saya suka. Semakin pembaca membaca terus kebawah, Anda akan dibuat pusing dan mungkin sedikit ngeri. Ada dua hal penting yang bisa kita temukan dalam pembahasan Maria Orsic. Pertama, cerita tentang Vril berdasarkan atas sebuah novel sains-fiksi belaka. Hal itu didasari atas buku karangan Sir Edward Bullwer-Lytton yang menceritakan tentang seorang traveler yang menemukan jalan kesebuah kehidupan yang ada di dalam Bumi (Hollow Earth). Disana si traveler tersebut berjumpa dengan makhluk yang menyerupai bidadari dan menyebut diri mereka sebagai Vril. Dalam buku tersebut dikatakan bahwa Vril mempunyai kekuatan yang besar, sehingga mereka mampu menyembuhkan, bertelepati, hingga mampu menghancurkan. Hingga suatu ketika, tempat dimana bangsa Vril hidup mengalami kehancuran. Mereka pun mulai memijakkan kakinya di permukaan Bumi, lalu mereka dengan mudahnya melenyapkan peradaban manusia dengan kekuatan yang mampu melakukan segalanya.

0 komentar:

Post a Comment